Para warga di kampung Hidangan yang siap disantap itu namanya "Buer". Bentuknya mirip bubur, disajikan dengan santan dan ayam kampung (bukan ayam kampus). Kalau hujan yang ditunggu2 tak juga turun, para warga di kampung akan berkumpul, membuat buer, lalu berdoa kepada yang maha kuasa. Sisanya nanti akan dibagikan kepada para jiran tetangga. Saya tak punya banyak referensi mengenai tradisi ini. Saya anggap ini hanya semacam sedekah kecil-kecilan. Orang2 lalu berkumpul dan berdoa demi satu pengharapan disitu. Sosiolog Anthony Giddens menyebut bahwa tradisi merupakan sesuatu yang bersifat ritual dan dilakukan berulang-ulang. Tradisi adalah aset kelompok masyarakat yang mencirikan suatu kebudayaan dan tata perilaku yang berlaku dalam masyarakat. Barangkali "Buer" hanya satu dari sedemikian banyak tradisi lain. Barangkali, ada makna-makna lain yang bisa telusuri. Dugaan saya, Buer hanyalah satu wujud dari kerelaan menerima sunatullah. Entahlah. Tradisi me...
Sebuah catatan yang tidak penting!