Langsung ke konten utama

Pemimpin Sukses dan Pemimpin yang Digemari

Sketsa

Bagi saya, pemimpin yang digemari itu belum tentu sukses. Sementara pemimpin sukses pasti sudah pasti akan digemari. Kenapa? sebab dia berhasil menghadirkan perubahan yang sifatnya substansial dan fundamental bagi masyarakat. Seperti tingkat kesejahteraan, keadilan sosial dan lain-lain.

Bada halnya dengan pemimpin yang digemari. Boleh jadi kita menggemari seseorang bukan karena dia sukses, tapi ada sesuatu yang dimiliki orang itu dan mengena di hati kita. Misalnya kisah penjual nasi goreng cantik yang beredar di media sosial tempo hari. Ia digemari banyak orang bukan karena dia sukses, tapi karena parasnya yang memukau.

Lalu bagaimana membedakan keduanya?

Mudah saja. Kalau mau paham sukses atau tidaknya seorang pemimpin, jangan tanya kubunya. Jelas mereka akan bilang sukses. Jangan pula tanya oposisi, sebab jawabannya pasti tidak sukses. Apalagi bertanya kepada lembaga survey yang menggunakan kaidah-kaidah ilmiah dengan random sampling yang proporsional dan margin error 2,5 persen. Jelas hasilnya akan bias dan subjektif.

Cara yang paling relevan adalah dengan membuka ulang memory dan catatan kita tentang apa saja janji yang sudah ditunaikan dan capaian kinerja pemimpin itu. Bedah semua kinerjanya di masing-masing bidang. Misal, bagaimana kinerjanya di bidang hukum, makin adil atau timpang. Bagaimana tingkat kriminalisasi dan sebagainya.

Bidang ekonomi, rakyat makin sejahtera atau tambah susah. Pengangguran makin banyak atau berkurang. Bidang politik, Indonesia makin demokratis atau represif dan seterusnya. Jika analisa kita selalu mengacu pada variabel kerja dari masing-masing bidang, setidaknya kita bisa bedakan mana pemimpin sukses dan mana pemimpin yang digemari.

Pada akhirnya, jadilah kita pemilih yang berdasar analisa, bukan berdasar yang lain. Salam waras bro..!!!

Mataram, 18 Oktober 2018

Postingan populer dari blog ini

Membaca Ulang Animal Farm

Buku animal farm Di suatu malam yang gelap, si babi yang katanya bijaksana mengumpulkan para binatang lain di peternakan Manor. Si babi bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, si babi mengungkap bahwa kelak sebuah pemberontakan harus dilakukan. Kaum binatang harus berkuasa atas dirinya sendiri. Tak lama, mimpi itu benar-benar terjadi. Di peternakan, para binatang memberontak. Dominasi manusia dihilangkan. Si babi lalu mengambil kendali kuasa atas binatang lain. Atas nama kerja keras untuk mengelola masa depan peternakan, babi diberi hak istimewa. Mereka dapat jatah makan lebih banyak. Tempat tidur lebih bagus. Sementara binatang lain tetap bekerja seperti biasa.  Untuk mengamankan posisinya, kaum babi merekrut dan memelihara anjing-anjing. Mereka dilatih untuk patuh. Tugasnya adalah mengontrol peternakan. Saat ada penghuni peternakan yang protes kepada si babi, anjing-anjing dengan cepat akan bergerak.  Saat kincir angin hendak dibangun, ...

Kesadaran Memiliki Anak

Gambar: google Lagi ramai soal " childfree " atau sebuah kondisi di mana seseorang atau pasangan memilih untuk tidak memiliki anak. Biasanya, penganut childfree ini beranggapan bahwa memiliki anak itu adalah sumber kerumitan. Benarkah?  Saya belum bisa menyimpulkan sebab sampai tulisan ini di buat, saya sendiri belum memiliki anak. Tapi, menarik untuk membahas tema ini. Saya senang dengan kampanye soal ribetnya memiliki anak, sekali lagi saya ulangi, jika kampanye itu bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa tidak gampang memiliki, mengurusi, mendidik, dan membesarkan anak.  Maksudnya, jika kita ingin memiliki anak, sadari dulu konsekuensi bahwa memiliki anak itu tidak gampang. Para orang tua minimal dituntut untuk membesarkan anak ini secara layak. Tak perlu jauh-jauh, tengok saja di sekitar kita, tak jarang orang tua mengeksploitasi anak untuk kepentingan yang tidak wajar.  Contoh kasus: saya sering melihat ibu-ibu mengemis di lampu merah sambil menggendong anak. Di ko...

Saat Anak Sakit

Haflani Sudah dua hari ini, Lala anak kami sakit. Dia demam. Suhu tubuhnya terus meninggi. Ia kehilangan keceriaan. Biasanya, hari-harinya adalah tertawa dan bermain. Tapi kemarin ia lebih banyak diam. Ia mudah sensitif. Bahkan saat ibunya pergi ke toilet, ia akan menangis tersedu-sedu.  Benar kata banyak orang. Saat dirimu punya anak, maka kamu tidak akan memikirkan dirimu lagi. Kamu akan jauh lebih peduli pada anakmu. Saat saya sakit, saya tak terlalu memedulikannya. Tapi saat anak saya yang sakit, dunia seakan berubah.  Saya lebih sakit dan terpukul saat melihat Lala kehilangan keceriaan, sesuatu yang telah menghiasi hari-hari kami selama setahun terakhir. Saya jadi mudah panik, bingung, dan gelisah melihat tubuh kecil itu yang tiba-tiba sering menangis.  Seharian, saya tak ke mana-mana. Saya bersama ibunya menemani gadis kecil itu. Saya berusaha menghiburnya. Sakit demam tentu tak mudah bagi bayi. Jika saya yang mengalaminya, saya hanya butuh tidur dan beristirahat se...