Dokpri Kurir itu datang. Ia membawa sebuah buku berjudul “Badai di Tengah Kepungan Kartel Narkoba” yang saya pesan beberapa waktu lalu. Penulisnya Uswatun Hasanah yang akrab disapa Badai NTB. Saya mulai mengikuti Badai setahun terakhir. Tulisan-tulisannya tajam. Postingannya kerap memantik perhatian. Fokus utamanya adalah isu-isu terkait peredaran Narkoba di Pulau Sumbawa. Secara personal, saya tak kenal dengan perempuan itu. Tetapi banyak sahabat saya terutama yang berasal dari Bima mengaku mengenalnya. Di mata saya, badai adalah aktivis yang akrab dengan kerja-kerja investigasi. Ia tak hanya kuat secara narasi, tetapi juga menyuguhkan data yang terukur. Barangkali inilah letak kekuatannya. Badai tak marah-marah di medsos. Ia menyuguhkan data. Ia paham tengah bermain di wilayah yang berbahaya, karenanya, apa yang Ia tampilkan haruslah disertai data yang kuat dan terukur. Saya membaca buku Badai NTB yang tidak sekadar berisi tentang perjalanan hidup, tetapi juga ...
Sebuah catatan yang tidak penting!