![]() |
Buku animal farm |
Di suatu malam yang gelap, si babi yang katanya bijaksana mengumpulkan para binatang lain di peternakan Manor. Si babi bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, si babi mengungkap bahwa kelak sebuah pemberontakan harus dilakukan. Kaum binatang harus berkuasa atas dirinya sendiri.
Tak lama, mimpi itu benar-benar terjadi. Di peternakan, para binatang memberontak. Dominasi manusia dihilangkan. Si babi lalu mengambil kendali kuasa atas binatang lain. Atas nama kerja keras untuk mengelola masa depan peternakan, babi diberi hak istimewa. Mereka dapat jatah makan lebih banyak. Tempat tidur lebih bagus. Sementara binatang lain tetap bekerja seperti biasa.
Untuk mengamankan posisinya, kaum babi merekrut dan memelihara anjing-anjing. Mereka dilatih untuk patuh. Tugasnya adalah mengontrol peternakan. Saat ada penghuni peternakan yang protes kepada si babi, anjing-anjing dengan cepat akan bergerak.
Saat kincir angin hendak dibangun, si babi mengatakan bahwa jatah makanan untuk binatang-binatang lain akan dikurangi. Demi masa depan yang lebih baik, kita harus rela berkorban ungkapnya. Tapi, pengorbanan itu justru hanya berlaku untuk para binatang pekerja di peternakan. Tidak untuk kaum babi dan kaum anjing. Mereka tetap hidup nyaman dan layak. Mereka tidak pernah merasa kelaparan.
—
Ini adalah Animal Farm. Sebuah novel alegori politik yang di tulis oleh sastrawan Inggris, Geogre Orwell pada masa perang dunia II. Sebuah satire atas totaliterisme yang terjadi di Uni Soviet.
Novel ini sudah bertengger di rak sejak 2017 lalu. Tebalnya sekitar 140-an halaman. Pernah juga saya resensikan di blog. Hari ini, kembali saya baca ulang karena tiba-tiba ramai di bahas di media terutama di X.
Mengapa? Entahlah.
Komentar
Posting Komentar