Rocky Gerung Sebab Rocky, dalam banyak hal, adalah wajah kita. Wajah manusia yang keras ketika berada di luar kekuasaan, tetapi belum tentu tetap keras ketika suatu hari pintu kekuasaan itu terbuka untuknya. Kita sering merasa lebih suci hanya karena belum pernah berada di dalam. Kita mencaci kekuasaan ketika tidak memiliki akses kepadanya. Kita mengkritik mereka yang berkompromi, menertawakan mereka yang masuk ke lingkaran kekuasaan, dan dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa kita tidak akan pernah menjadi seperti mereka. Benarkah? Saya justru curiga pada orang yang terlalu yakin dengan idealismenya sebelum diuji oleh kesempatan. Sebab idealisme yang belum berhadapan dengan kepentingan hanyalah teori. Kita keras karena kita berada di luar sistem. Kita berani mengatakan “tidak” karena belum pernah ditawari sesuatu yang membuat kita berpikir ulang. Kita mudah bicara tentang prinsip ketika tidak ada jabatan yang harus dipertahankan, tidak ada akses yang harus dijaga, tidak ada kepent...
Sebuah catatan yang tidak penting!