Langsung ke konten utama

Postingan

Sepintas tentang Masa Depan Manusia dalam Homo Deus

Buku Homo Deus, karangan Yuval Noah Harari Homo Deus menunjukkan kemana kita akan pergi. Demikian petikan kalimat yang menggambarkan isi dari buku karangan sejarawan muda Israel, Yuval Noah Harari. Setelah sukses melahirkan Sapiens, profesor muda itu kemudian menulis buku kedua berjudul Homo Deus yang juga direkomendasikan banyak tokoh dunia seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, hingga Barrack Obama. Dalam Homo Deus, Harari menelaah ke masa depan dan mengeksplorasi bagaimana kekuatan global bergeser. Kekuatan utama evolusi atau seleksi alam akan digantikan okeh teknologi baru tingkat dewa, seperti kecerdasan buatan dan rekayasa genetika. Masa depan adalah era kecerdasan buatan yang lalu dengan cepat akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan manusia untuk dikerjakan dengan komputer, robot dan mesin. Banyak manusia jadi pengangguran, muncul kelas baru yang mengendalikan semua lini kehidupan. Yang paling menarik adalah penjelasan panjang tentang teknologi yang lebih memahami m...

Mereka yang Memberi Sekeping Inspirasi

Bersama anak-anak pedalaman Di tengah lahan kering tanah Bulaeng, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, di tengah padang-padang yang menanti air hujan, di tengah hamparan sawah yang membentang luas, terdapat pribadi hebat yang menjadi inspirasi bagi zamannya. Ia adalah warga biasa yang tak dikalahkan oleh keadaan. Ia menjadi simbol bagi mereka yang mendedikasikan diri untuk orang banyak. Ia menyadarkan kita semua bahwa republik ini tak kekuarangan orang baik. Ia membawa optimisme kuat bahwa kita masih punya harapan. *** Pemuda itu bernama Muhammad Iqbal. Ia kerap dipanggil Sanggo. Usianya sekitar 35 tahun. Ia baru saja pulang dari kampus tempatnya bekerja, saat saya temui di sebuah kedai kopi di Sumbawa beberapa waktu lalu. Saat bertemu, Iqbal lansung bercerita tentang sejumlah program yang sedang ia kerjakan. Ia menamainya dengan sebutan "Siap Turun Tangan Program". Banyaknya desa yang masih terisolir di Kabupaten Sumbawa, serta demi menjawab sejumlah permasalahan sos...

Sensasi Wisata Hiu Paus Desa Labuhan Jambu, Sumbawa

Wisata hiu paus (Poto: Muhaidin Kasim) Tangan kanan bapak itu mengetuk-ngetuk badan perahu. Tidak berapa lama, sebuah bayangan besar muncul ke permukaan air laut. Badannya penuh totol abu-abu dan putih dengan ukuran mulut yang lebar, sekira 85 centi meter. Yang muncul ternyata hiu paus. Mengetuk-ngetuk badan perahu, adalah salah satu cara memanggil ikan besar ini. Setelah muncul ke permukaan, kita bisa memberi mereka makan dengan udang-udang kecil. Demikianlah sikap ramah hiu paus yang tak diketahui banyak orang. Hiu paus dengan nama latinnya Rhincondon Typus juga dikenal dengan sebutan Whale Shark. Semenjak titik keberadaannya diketahui beberapa waktu lalu, hiu paus seakan menjadi primadona baru bagi masyarakat Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Hiu paus muncul ke permukaan (poto: Muhaidin Kasim) Desa Labuhan Jambu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pesisir pantai Teluk Saleh. Hal tersebut, menjadikan mayoritas penduduk desa ini ber...

Benarkah Divestasi 51 Persen Saham Freeport adalah Kebohongan Publik?

(Gambar: Kaskus) Seperti biasa, menjelang pilpres, ada saja berita heboh dan menggemparkan jagat maya. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet yang terang-terangan menyebar hoax, skandal buku merah KPK yang menyeret-nyeret nama Kapolri Tito Karnavian, hingga penembakan misterius di gedung DPR. Baru-baru ini, di media sosial khususnya twitter, beredar dokumen yang mengindikasikan bahwa divestasi 51 persen saham Freeport yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah bohong belaka. Dokumen itu merupakan hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Direktur Utama PT Inalum, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia. Dokumen (Gambar: Twitter/Jansen Sitindaon) Dokumen (Gambar: Twitter/ Jansen Sitindaon) Di salah satu kesimpulan/keputusan pada point nomer dua dokumen tersebut menyebutkan: " Komisi VII DPR RI mendapatkan penjelasan bahwa divestasi saham PT Freeport Indonesia masih belum terealisasi, untuk itu Komisi VII D...

Pemimpin Sukses dan Pemimpin yang Digemari

Sketsa Bagi saya, pemimpin yang digemari itu belum tentu sukses. Sementara pemimpin sukses pasti sudah pasti akan digemari. Kenapa? sebab dia berhasil menghadirkan perubahan yang sifatnya substansial dan fundamental bagi masyarakat. Seperti tingkat kesejahteraan, keadilan sosial dan lain-lain. Bada halnya dengan pemimpin yang digemari. Boleh jadi kita menggemari seseorang bukan karena dia sukses, tapi ada sesuatu yang dimiliki orang itu dan mengena di hati kita. Misalnya kisah penjual nasi goreng cantik yang beredar di media sosial tempo hari. Ia digemari banyak orang bukan karena dia sukses, tapi karena parasnya yang memukau. Lalu bagaimana membedakan keduanya? Mudah saja. Kalau mau paham sukses atau tidaknya seorang pemimpin, jangan tanya kubunya. Jelas mereka akan bilang sukses. Jangan pula tanya oposisi, sebab jawabannya pasti tidak sukses. Apalagi bertanya kepada lembaga survey yang menggunakan kaidah-kaidah ilmiah dengan random sampling yang proporsional dan margin er...

Balada Perawat Indonesia, Jauh Panggang daripada Api

Demonstrasi Perawat (Poto: Netralnews) Ratusan perawat honorer dan sukarela yang tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) di Kabupaten Sumbawa, melakukan aksi mogok kerja mulai Senin lalu, 15 Oktober 2018, hingga waktu yang tidak ditentukan. Para tenaga medis ini merupakan perawat yang bekerja di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sumbawa. Demi mencari kejelasan dari Pemerintah Daerah, para perawat honorer dan sukarela juga menggelar aksi demonstrasi di kantor Bupati Sumbawa. Mereka menuntut Pemda Sumbawa agar menghilangkan nama perawat sukarela dengan memberikan pengakuan berupa SK Bupati. Mereka menuntut Pemda Sumbawa agar segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) dan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh perawat honorer. Mereka mendesak Bupati Sumbawa untuk segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait PPPK untuk perawat berusia di atas 35 tahun tanpa tes. Meski demikian, beberapa hari setelah aksi pemogokan itu, bere...

Kenapa Kepolisian Tidak Bereaksi Cepat Saat Kapolrinya di Fitnah?

Tito Karnavian Jenderal Tito Karnavian dituduh terlibat dalam kasus impor daging sapi. Tito disebut-sebut menerima suap dari bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman. Dalam laporan berjudul "Skandal Buku Merah" yang diterbitkan Indonesia Leaks, para jurnalisnya membuat laporan investigasi lanjutan mengenai upaya perusakan barang bukti yang dilakukan oleh dua mantan penyidik lembaga anti rasuah yang berasal dari kepolisian. Dua penyidik yang diketahui bernama Roland Ronaldy dan Harun itu tertangkap kamera pengawas di lantai 9 gedung KPK menyobek catatan keuangan yang terdapat di buku merah tersebut. Mereka juga menghapus beberapa tulisan dengan menggunakan tipe ex. Total, ada 9 lembar buku bank yang mencatat transaksi keuangan aliran dana dari pengusaha Basuki Hariman ke beberapa pejabat, termasuk Kapolri, Tito Karnavian. Sebenarnya, kasus ini merupakan kasus lama yakni pada 2017 lalu. Selaku pengusaha impor daging sapi kala itu, Basuki Hariman, akhirnya memberikan...