Langsung ke konten utama

Yesss! Akhirnya Nonton Bola di Stadion

Stadion Utama Gelora Bung Karno

Senang sekali rasanya bisa menyaksikan pertandingan sepakbola di Stadion untuk pertama kalinya. Bagi orang kampung seperti saya, pengalaman nonton bola di stadion bukanlah sesuatu yang biasa. Di kampung-kampung, sensasi nonton bola di stadion bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati sembarang orang. Hanya mereka yang berstatus sosial di atas rata-rata yang bisa merasakannya.

Saya beruntung sebab bisa merasakannya. Ada rasa haru dalam dada saat duduk di bangku tribun, lalu berteriak sekeras mungkin. Ada rasa bangga saat menyaksikan tim sepakbola kita meraih kemenangan di stadion. Apalagi yang bertanding adalah Timnas Indonesia.

Malam ini saya ditraktir seseorang untuk ikut menyaksikan laga Indonesia U-19 menghadapi Korea Utara di stadion utama Gelora Bung Karno. Laga itu berakhir imbang dengan skor 1-1. Korut unggul terlebih dahulu di menit 40 lewat gol Kim Kwang Chong.

Indonesia baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua lewat eksekusi penalti Amiruddin Bagus Kahfi di menit 61. Gol itu membuat GBK bergemuruh. Sorak suporter pecah sebab gol itu sekaligus mengunci satu tiket Indonesia ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan digelar 2020 mendatang.

Saya merayakan momentum bahagia itu bersama belasan ribu penonton lain di stadion. Saya berharap kemenangan ini bisa menjadi mercusuar yang menandakan bangkitnya dunia sepakbola kita dibawah kepemimpinan baru PSSI.

Apakah anda juga berharap hal yang sama?

Jakarta, 10 November 2019

Postingan populer dari blog ini

Membaca Ulang Animal Farm

Buku animal farm Di suatu malam yang gelap, si babi yang katanya bijaksana mengumpulkan para binatang lain di peternakan Manor. Si babi bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, si babi mengungkap bahwa kelak sebuah pemberontakan harus dilakukan. Kaum binatang harus berkuasa atas dirinya sendiri. Tak lama, mimpi itu benar-benar terjadi. Di peternakan, para binatang memberontak. Dominasi manusia dihilangkan. Si babi lalu mengambil kendali kuasa atas binatang lain. Atas nama kerja keras untuk mengelola masa depan peternakan, babi diberi hak istimewa. Mereka dapat jatah makan lebih banyak. Tempat tidur lebih bagus. Sementara binatang lain tetap bekerja seperti biasa.  Untuk mengamankan posisinya, kaum babi merekrut dan memelihara anjing-anjing. Mereka dilatih untuk patuh. Tugasnya adalah mengontrol peternakan. Saat ada penghuni peternakan yang protes kepada si babi, anjing-anjing dengan cepat akan bergerak.  Saat kincir angin hendak dibangun, ...

Pencitraan

Aksi penolakan kenaikan harga BBM Ada yang bilang PKS hanya pencitraan menolak kenaikan BBM untuk mendapatkan simpati rakyat. Ada juga yang bilang penolakan kenaikan BBM tidak ada gunanya, karena toh harga BBM tetap naik, yang artinya PKS tidak digubris pemerintah.  Jadi begini ya brodi, pencitraan di era disrupsi seperti sekarang ini adalah keniscayaan. Bahkan setiap hari, tanpa sadar kita sedang membangun citra di medsos. Kita mengenalkan diri melalui aktivitas kita sehari-hari, kita menampilkan sisi paling manusiawi. Kita sedang membranding diri. Kita berusaha mengarahkan dan membentuk persepsi orang lain terhadap diri kita. Dan itu sah-sah saja kok.  Yang tidak boleh itu adalah membangun citra palsu. Memanipulasi diri seolah-olah kita ini paling idealis padahal pragmatis, mencitrakan diri seolah-olah kita ini bersih, padahal kotor, mencitrakan diri kita ini mapan, padahal utang numpuk dimana-mana.  Ini namanya bukan sedang membangun citra, tapi sedang melakukan keboho...

Kesadaran Memiliki Anak

Gambar: google Lagi ramai soal " childfree " atau sebuah kondisi di mana seseorang atau pasangan memilih untuk tidak memiliki anak. Biasanya, penganut childfree ini beranggapan bahwa memiliki anak itu adalah sumber kerumitan. Benarkah?  Saya belum bisa menyimpulkan sebab sampai tulisan ini di buat, saya sendiri belum memiliki anak. Tapi, menarik untuk membahas tema ini. Saya senang dengan kampanye soal ribetnya memiliki anak, sekali lagi saya ulangi, jika kampanye itu bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa tidak gampang memiliki, mengurusi, mendidik, dan membesarkan anak.  Maksudnya, jika kita ingin memiliki anak, sadari dulu konsekuensi bahwa memiliki anak itu tidak gampang. Para orang tua minimal dituntut untuk membesarkan anak ini secara layak. Tak perlu jauh-jauh, tengok saja di sekitar kita, tak jarang orang tua mengeksploitasi anak untuk kepentingan yang tidak wajar.  Contoh kasus: saya sering melihat ibu-ibu mengemis di lampu merah sambil menggendong anak. Di ko...