Dokpri Tadinya, saya hendak mencari tempat nongkrong di malam minggu. Sebagai penikmat kopi, saya selalu mencari kedai yang menyediakan ragam kopi lokal tiap kali berkunjung ke luar daerah. Apalagi ini di NTT. Sebuah kawasan di Indonesia timur yang dikenal memiliki cita rasa kopi lokal yang nikmat. Saya pernah kenikmati kopi bajawa saat berkunjung ke Labuan Bajo. Saya juga pernah mencicipi kopi soe yang gerainya mulai menjamur di Jakarta. Sayang, saya sendiri belum pernah ke Soe, sebuah dataran tinggi yang merupakan ibu kota dari Timor Tengah Selatan. Saya membayangkan betapa nikmat menyeruput segelas kopi khas NTT itu di tempat asalnya. Tibalah saya di Kedia Kopi Timor. Tempatnya persis di samping Universitas Muhammadiyah Kupang. Saya bertemu bang Farhan Syuhada, sang pemilik kedai. "Kamu dari NTB ya?" demikian katanya saat mendengar aksen Sumbawa saya yang kental saat berbahasa Indonesia. "Iya pak, saya dari Sumbawa. Panjang lebar kami berbicara, ia meng...
Sebuah catatan yang tidak penting!