Ilustrasi Andai ada voting tentang penghapusan skripsi, mungkin sayalah yang paling utama mengancungkan tangan untuk setuju. Masa iya, berjuang selama bertahun-tahun tapi nasib kita ditentukan pada lembar-lembar skripsi. Di mata saya, skripsi merupakan salah satu celah dari kesalahan sistem pendidikan kita yang amburadul. Berusaha mencontohi sistem pendidikan dari luar, lalu menerapkannya pada negara dengan culture masyarakat yang jelas-jelas berbeda. Lihat saja sekarang, Indonesia semakin panas. Skripsi itu memberi kontribusi besar terhadap proses Global Warming. Skripsi ini semakin mempercepat rusaknya peradaban. Mari bayangkan sejenak. Sekarang ini, jurusan semakin bertambah, artinya permintaan terhadap kertas semakin bertambah pula. Pada kasus ini, kita harus mengetahui bahwa bahan utama pembuatan kertas adalah kayu. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, konsekuensinya sangat jelas. Sementara itu, setelah menjalani ujian, kertas akan terbuang percuma dan skripsi...
Sebuah catatan yang tidak penting!