Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, October 15, 2017

Akhirnya Kembali Membeli Laptop

Laptop Asus

Tak akan mudah bagi siapapun untuk bekerja tanpa laptop. Bagi ukuran mahasiswa, memiliki laptop adalah sebuah keharusan. Dahulu, saya sempat stres saat laptop pertama saya raib digondol maling. Di sana terdapat file-file yang teramat penting untuk menunjang perkuliahan. Di sana terdapat dokumentasi pribadi saat awal-awal masuk kuliah.

Barulah kemarin, setelah dengan sabar mengumpulkan duit, akhirnya saya bisa kembali membeli laptop. Saya harus menunggu agak lama, sebab tak berani lagi meminta duit kepada orang tua. Untuk menyiasatinya, saya pun rajin mengikuti lomba menulis di media sosial. Saya berharap mendapatkan reward yang cukup untuk harga sebuah laptop.

Kini, satu laptop merek Asus telah berada digengaman. Laptop itu akan menemani saya kemana-mana hingga suatu saat, saya bisa membeli laptop jenis lain dengan spesipikasi yang lebih bagus. Ia akan mencatat segala keresahan di lembar keseharian saya. Ia akan menjadi saksi atas apa yang saya lakukan. Apa boleh buat, hanya dengan cara menulis, saya bisa menjaga asa intelektual serta bara semangat dalam diri saya.

Yah, hidup ini memang serupa jalan panjang yang berliku. Kelak, masa-masa sukar seperti itu akan selalu terkenang.

Mataram, 16 Oktober 2017

Thursday, September 28, 2017

Tulisan Dalam Majalah Harmony of Heritage

Sampul Majalah Harmony of Heritage

Seorang sahabat mengajak saya bergabung dalam satu project pembuatan majalah. Katanya, majalah itu akan diikutsertakan dalam lomba yang diadakan oleh kementrian. Ia meminta saya untuk mendeskripsikan beberapa objek wisata yang hendak dimuat. Saya pun menerima tawaran itu sebagai tantangan.

Nah, berikut beberapa objek wisata dan kuliner yang diangkat dalam majalah tersebut.

Kampung Wisata Kerujuk

Salah satu destinasi wisata yang terus menggeliat di Lombok adalah kawasan wisata berbasis desa. Selain Sade yang telah lebih dulu terkenal sebagai desa adat di Lombok tengah, kini perlahan tapi pasti, desa wisata Kerujuk mulai mendapatkan tempat di hati wisatawan.

Desa wisata Kerujuk berada di Kecamatan Pamenang, Lombok Utara. Destinasi wisata yang satu ini menyajikan pemandangan khas pedesaan yang serba asri. Lokasinya persis di sekitar area persawahan, dikelilingi bukit-bukit hijau, serta sungai yang mengalir jernih di dalamnya.

Di tempat ini, setiap pengunjung juga bisa memancing bersama keluarga di kolam-kolam yang telah disediakan warga lokal, bersantai sambil menghirup udara segar dan menikmati kopi hitam khas Lombok dengan nuansa sawah yang alami, atau menikmati olahraga sepeda bersama komunitas pecinta sepeda gunung.

Tari Gandrung Lombok

Lombok yang begitu kental dengan adat dan istiadatnya, telah memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satu kesenian yang sedemikian populer di tengah masyarakat Lombok iyalah tari Gandrung. Tari ini dilakukan secara berpasangan antara penari wanita dan pria.

Tari Gandrung Lombok ini tentu tidak sama dengan Tari Gandrung di tempat lain sebab di beberapa bagian, terdapat perbedaan yang menjadi ciri khasnya baik dari segi gerakan, kostum, maupun cara penyajian pertunjukannya.

Menurut literatur sejarah, tarian ini sudah ada sejak zaman ekspedisi kerajaan Majapahit ke wilayah Indonesia bagian timur. Konon, Tari Gandrung awalnya digunakan untuk menghibur para prajurit setelah pulang dari medan perang. Tradisi tersebut kemudian terus dilakukan hingga dikenal dengan nama Tari Gandrung atau dalam masyarakat Suku Sasak disebut Tari Jengger.

Ayam Rarang

Salah satu makanan olahan ayam yang tidak boleh dilewatkan oleh pecinta kuliner adalah Ayam Rarang. Rasanya yang khas membuat menu yang satu ini sangat diminati oleh wisatawan. Ayam Rarang biasa disajikan dengan nasi putih, sayur bening, dan mentimun sebagai penetralisir rasa pedas.

Ayam Rarang pertama kali dikenalkan oleh Inaq Delah yang berasal dari Desa Rarang, Lombok Timur. Resep itu kemudian diwariskan oleh beliau secara turun temurun. Perpaduan antara daging ayam kampung dan bumbu berbahan dasar cabe rawit yang telah dimasak atau digoreng terlebih dahulu, membuat kuliner ini hadir dengan citarasa nikmat yang tak terbantahkan.

Sepat Sumbawa

Bagi anda pecinta kuliner berbahan dasar ikan, sempatkanlah waktu untuk mencicipi makanan unik yang satu ini. Namanya Sepat, masakan khas asal daerah Sumbawa dengan citarasa nusantara. Sepat merupakan makanan berkuah yang didalamnya terdiri dari berbagai macam bahan seperti blimbing wuluh, terong, cabai rawit, bawang merah, daun aru, dan kemiri.

Sepat bisa dibuat dengan jenis ikan laut atau ikan air tawar. Makanan ini sangat pas disantap saat makan siang. Nasi putih pulen berpadu dengan gurihnya ikan bakar tentu memberi kenikmatan tersendiri serta menambah pasokan energi yang terkuras. Bahannya yang serba alami, menjadikan Sepat sebagai salah satu makanan sehat yang layak dinikmati. Sepat bisa ditemukan dengan mudah saat anda berkunjung ke Lombok.

Kota Tua Ampenan

Juni 2013 lalu, Kota Tua Ampenan resmi masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Dahulu, kota yang didiami oleh beragam etnis ini pernah menjadi pusat kota di Lombok, terutama setelah dibangunnya pelabuhan Ampenan oleh Belanda tahun 1924. Hingga saat ini, Ampenan masih menyimpan banyak bangunan tua peninggalan masa lalu sehingga sangat layak dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata sejarah.

Sejenak memasuki dan menginjakkan kaki di kawasan Kota Tua Ampenan, serasa diajak kembali bernostalgia ke masa silam. Di sepanjang jalan, nampak berjejer gedung-gedung tua sebagai saksi sejarah dan eksistensi peradaban. Baru-baru ini, pemerintah juga telah menjadikan Kota Tua Ampenan sebagai sentra kegiatan Festival yang rencananya akan selalu digelar setiap tahun.

Ayam Taliwang

Siapa yang tidak kenal Ayam Taliwang? Popularitasnya yang sedemikian tinggi membuat kuliner yang satu ini semakin mudah ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Meski demikian, tak ada yang bisa menandingi nikmatnya mencicipi kuliner ini di kampung halamannya.

Ayam Taliwang dikenal memiliki citarasa tinggi nan menggoyang lidah. Biasanya, kuliner ini disajikan dengan plecing kangkung dan terong. Kenyalnya daging ayam dipadu sensasi pedas yang khas membuat perut tak pernah kenyang.

Kuliner Ayam Taliwang ini awalnya dipopulerkan oleh warga Karang Taliwang di Cakranegara, Mataram. Mereka membuat sesuatu yang kemudian menjadi ciri khas, lalu tersebar ke mana-mana. Kuliner ini menjadi jembatan bagi masyarakat lokal untuk menyapa banyak orang di berbagai tempat. Di Lombok, Ayam Taliwang sangat mudah ditemukan sebab banyak warung yang menjadikan makanan yang satu ini sebagai menu andalan.

Palopo KSB

Jika Anda penikmat makanan bubur, jangan pernah lewatkan kesempatan untuk mencoba bubur palopo, penganan khas masyarakat Taliwang, Sumbawa Barat. Dalam bahasa asli Sumbawa, bubur palopo berarti bubur kerbau. Dinamakan demikian karena bubur ini terbuat dari susu segar kerbau.

Bubur palopo dibuat berdasarkan resep yang didapat secara turun-temurun. Dengan proses sederhana, susu segar yang baru diperah dari kerbau dicampur dengan gula merah dan air rebusan terong kuning. Setelah dibiarkan mengental, adonan dimasukkan ke dalam mangkok untuk dikukus setengah jam lamanya. Setelah itu didinginkan dan siap disantap. Bagi masyarakat Sumbawa Barat, bubur palopo ini dipercaya bisa memulihkan stamina setelah seharian berpuasa, sekaligus meningkatkan vitalitas.

Bebalung

Meski sering dianggap serupa dengan makanan gulai atau soto daging, bebalung jelas memiliki citarasa yang berbeda. Kuliner yang satu ini dibuat dari tulang iga sapi atau kerbau yang dicampur dengan racikan bumbu cabe rawit, bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan kunyit ditambah jahe agar rasa pedas cabenya memiliki ciri khas tersendiri.

Selain itu, juga ditambahkan sedikit garam dan asam agar masakan lebih awet. Racikan bumbu semacam ini oleh masyaralat Sasak disebut sebagai ragi rajang.

Bebalung biasa disajikan dengan mangkok dan ditaburi bawang merah goreng berikut dengan nasi putih. Bagi penyuka pedas, bisa ditambahkan sambal. Bebalung semakin nikmat jika disantap bersamaan dengan Plencing. Itulah mengapa sering disebut dengan Bebalung Plencing. Sajian yang menarik ini membuat hasrat makan semakin memuncak.

Kopi Tepal

Trend minum kopi yang tengah mewabah di kota-kota besar di seluruh penjuru tanah air ternyata membawa dampak positif terhadap kehidupan petani-petani kopi nusantara.

Salah satunya bagi masyarakat Desa Tepal, Kabupaten Sumbawa. Alam telah menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Sebanyak 450 warga yang hidup di ketinggian 847 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Batu Lanteh tersebut sebagian besar menggantungkan hidup dari bertani kopi.

Di Tepal, hamparan luas kebun kopi terlihat sepandangan mata. Kopi robusta dan arabika tumbuh disana, bahkan kopi luwak yang menjadi legenda dunia itu juga tersedia. Tradisi masyarakat Tepal yang berakar pada harmoni hidup dengan alam pun masih terjaga hingga kini.

Bahkan dalam penyajian kopi, mereka memiliki cara tersendiri. Saat dimasak, biji kopi tidak dibiarkan bersinggungan langsung dengan wadah. Selain itu, masyarakat lokal biasanya mencampurkan kopi dengan bonggol jagung atau beras sangrai. Tujuannya untuk menambah rasa gurih maupun aroma pada kopi sekaligus mencegah penikmat kopi terkena penyakit maag.

***

Demikianlah beberapa deskripsi kuliner dan objek wisata yang saya tulis dalam majalah itu. Apapun hasilnya, berproses tentulah lebih penting daripada hasil itu sendiri.

Mataram 28 September 2017

Saturday, August 12, 2017

Kutipan Pramoedya Ananta Toer


Pramoedya Ananta Toer

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?

Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.

Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai.

Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. 

A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself.

Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.

Menulis adalah sebuah keberanian.

Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.

Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.

Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya , tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini.

Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.

Mataram, 13 Agustus 2017

Thursday, August 10, 2017

Segelas Kopi yang Menyatukan


Kopi Hitam

Selalu saja ada hal yang mengharukan dalam hidup. Hari ini, saya dihadiahi gelas tapperware oleh seseorang. Ia membawa satu gelas plastik berisi kopi lalu menyuruh saya meminumnya. Ia sangat paham kalau saya menyukai kopi.

Dipikirnya, dengan gelas plastik itu, saya bisa leluasa menikmati kopi kapan pun dan dimana pun sesuka hati. Gelas itu semacam tumblr yang dirancang khusus untuk mengisi minuman saat bepergian. Meski demikian, ia tetap menyarankan saya agar lebih mengutamakan air putih. “Kopi itu selingannya saja. Terlalu banyak minum kopi tidak baik untuk kesehatan.” Katanya.

Entah kenapa, dari dulu saya memang senang menikmati kopi. Saya suka menjajal seduhan kopi dari berbagai daerah. Pernah saya mencicipi kopi Aceh, Toraja, Sumbawa dan tak lupa kopi bideng khas Lombok yang banyak saya temukan di sini. Semuanya sama-sama menyajikan satu rasa yang khas dan nikmat.

Bagi saya, kopi itu bukan sekedar minuman penunda kantuk. Tapi lebih dari itu, kopi bisa menjadi penanda dan ikon kebudayaan. Di balik aroma kopi, terselip sebuah kisah, romansa, tragedi, ataupun sejarah tentang bagaimana manusia berusaha menyajikan sesuatu yang rasanya nikmat di lidah. Melalui pesona budaya, manusia menyebarkan rasa nikmat itu ke seantero bumi, bersintesa dengan lokalitas, lalu menjadi ikon globalisasi.

Kini, di hadapan saya tersaji segelas kopi. Saya membayangkan dirinya pergi ke tempat perbelanjaan umum lalu mencari-cari sesuatu hingga ia menemukan gelas plastik itu. Saya melihat cermin perhatian yang luar biasanya padanya. Gambaran tentang ibu saya seketika menyusup dibenak.

Ah, bahagia itu sederhana rupanya. Bahagia itu bisa dijumpai dimana saja. Kali ini, saya menemukannya dalam segelas kopi. Sambil sesekali tersenyum, saya lansung mereguknya.

Syurrruuppppp...syyrruupppppp!

Mataram, 10 Agustus 2017

Wednesday, July 26, 2017

Sembilan Mental yang Harus Dimiliki Seorang Blogger


Ilustrasi

Di satu toko buku, saya melihat buku yang berisi tentang kiat-kiat sukses menjadi seorang blogger. Saya tiba-tiba saja tertarik untuk membacanya. Dalam waktu singkat, saya menyelsaikan beberapa kisah blogger sukses dunia. Mereka yang menggapai kecemerlangan karir, bermula dari aktvitias menjadi seorang blogger.

Saya akhirnya memahami betapa dibalik cerita-cerita sukses para blogger dunia seperti Darren Rowse, Yaro Starak, John Cow, Lisa Stone dan lain-lain, tersimpan sikap mental dan mindset tertentu yang menyertai langkah mereka. Benar kata pesepak bola legendaris Pele bahwa “Keberhasilan bukanlah suatu kebetulan. Untuk mencapai keberhasilan, dibutuhkan kerja keras, ketekunan, latihan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, cintailah apa yang kamu kerjakan”.

Buku itu membuat saya tersentak di beberapa bagian. Saya menyadari bahwa ada hal-hal yang teramat penting untuk dilakukan sebagai seorang blogger. Sesuatu yang kerap terpikirkan, namun tak selalu bisa dilakukan secara rutin, hingga mengakar kuat dalam kebiasaan. Apa saja itu? Nah, marilah kita buat daftar sederhana. Saya hanya menuliskan beberapa kiat yang telah dibagikan oleh banyak ahli dalam bidang ini.

Pertama, berani bermimpi besar. Segala sesuatu tentunya dimulai dari impian. Mimpi besar akan menggerakkan kita demi menggapai sesuatu yang kita inginkan. Kita bisa melihat sebegitu kuatnya ideologi American Dream yang membuat obsesi anak-anak Amerika hendak menggapai kemakmuran. Fenomena ini menggambarkan bahwa impian yang ditanam sejak kecil akan menjadi kompas bagi seseorang untuk bergerak ke arah yang diidam-idamkannya.

Kedua, cintailah aktivitas blogging. Hanya cintalah yang membuat kita berani melakukan hal-hal yang menurut orang lain boleh jadi tidak masuk akal. Menulis tanpa dibayar, berbagi ilmu dan tips berharga secara gratis, membalas komentar dan menjawab pertanyaan pembaca blog tanpa pamrih. Tanpa cinta, aktivitas blogging hanya akan bertahan dalam sekejap.

Mencintai aktivitas blogging bisa juga berarti memilih topik yang benar-benar kita kuasai dan sesuai untuk blog. Jangan pernah tergoda untuk menulis sesuatu yang tak benar-benar kita kuasai, sebab bisa menjadi bomerang saat pembaca mulai mempertanyakannya. Jika kebetulan hobi kita adalah travelling, menulis pengalaman, tips dan trik berwisata aman tentunya akan lebih mudah ketimbang menulis tema lain.

Ketiga, lakukan yang terbaik. Buatlah satu komitmen untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Ketika menulis artikel, menulislah sebaik mungkin. Berikan manfaat sebesar-besarnya kepada pembaca blog. Buatlah mereka membaca dengan alasan blog kita memuat satu kepingan informasi yang mereka butuhkan.

Ketika membalas komentar, balaslah dengan niat memberikan bantuan sehingga menunjukkan bahwa kita peduli dengan masalah mereka. Meskipun kita belum mendapatkan finansial apapun dari blog, tetaplah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.

Keempat, tentukan tujuan yang jelas. Kita bisa memulai dari menanyakan diri sendiri tentang apa yang memotivasi kita menekuni aktivitas blogging. Uang, hobi atau ketenaran? Jika uang, berapa yang ingin kita dapatkan? Lima juta, sepuluh juta? Kapan kita akan mendapatkan penghasilan itu? Bulan depan, tahun depan? Apapun tujuannya, usahakanlah menuliskanya di selembar kertas. Tentukan goal target untuk blog kita. Tentukan pula tenggat waktu untuk mencapainnya.

Menuliskan tujuan dari aktivitas blogging, akan mempermudah kita dalam mendapatkan sesuatu. Sebab dengan cara ini, kita dituntut untuk melakukan sesuatu secara terstruktur dan sistematis. Kita juga dengan mudah melakukan evaluasi terhadap setiap pencapaian. Dalam teori manajemen, langkah ini dikenal dengan istilah POAC yakni Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.

Kelima, teruslah belajar. Dunia bergerak dengan cepat. Apa yang terjadi di timur dengan seketika memancing respon dari banyak orang yang tinggal di barat. Saya mengamini kalimat Thomas Friedman dalam buku “The World is Flat” bahwa dunia telah menjadi datar. Apa yang terjadi di suatu tempat bisa menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tempat lain. Batasan kian mengabur, informasi datang dari segala arah.

Setiap hari selalu ada hal baru, ide baru, trend baru, penemuan baru. Jika kita terlalu cepat berpuas diri, lalu malas mempelajari sesuatu yang baru, jangan terkejut jika dalam hitungan hari kita akan tertinggal. Saya teringat ungkapan seorang dosen di awal-awal kuliah dulu bahwa “Mereka yang mengasai informasi, adalah mereka yang menguasai dunia”. Setinggi apapun kesuksesan yang telah di raih, sebesar apapun penghasilan dari blog yang kita dapatkan, merasa laparlah terhadap segala informasi baru dan jangan pernah berhenti belajar.

Keenam, bergaul dengan orang-orang yang tepat. Tak ada salahnya berteman dengan siapapun. Namun jika kita benar-benar ingin mewujudkan sebuah impian, mulailah menemukan orang-orang yang mau mendukung setiap kemajuan kita. Pasalnya jika tak cermat, kita akan mendapati mereka yang selalu memberi atensi negatif terhadap apa yang kita lakukan.

Semenjak aktif menulis blog, saya mulai rutin mengikuti berbagai tulisan dari banyak maestro yang telah lebih dulu mengenal dunia aksara. Beberapa diantaranya bahkan berteman dengan saya di media sosial. Saya mengamati bagaimana mereka menulis, gagasan apa yang hendak mereka utarakan. Saya memilih untuk bersahabat dan rajin mengikuti postingan mereka yang selalu memancarkan energi positif, mencerahkan media sosial dengan ide-ide baru, serta selalu membuka ruang interaksi dan belajar bersama.

Ketujuh, bersiaplah untuk mengalami kenaikan dan penurunan. Dalam buku Creator. Inc, karya Arief Rahman, blogger merupakan salah satu profesi baru yang banyak diminati di era digital. Aktivitas blogging yang serba mudah, cepat, serta menyediakan begitu banyak peluang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah membuat para blogger berbondong-bondong dalam membangun konten berkualitas demi memantik minat banyak pembaca.

Semakin blog itu ramai pembaca, semakin besar pula penghasilan yang didapatkan. Namun, semuanya tentu melaui proses yang sangat panjang. Saya pribadi percaya bahwa make money from blogging adalah sebuah bisnis yang menjanjikan. Tetapi layaknya bisnis lain di luar sana, dunia blogging juga mengenal kenaikan dan penurunan. Penghasilan dari aktivitas ini juga tidak bisa dipastikan. Yang harus kita lakukan hanyalah menyiapkan mindset positif bahwa dalam dunia blogging, kenaikan dan penurunan adalah hal yang biasa. Sesuatu yang perlu diutamakan adalah tetap komitmen dalam memproduksi konten-konten menarik dan berkualitas.

Kedelapan, disiplin terhadap diri sendiri. Saya selalu percaya bahwa di balik setiap kisah sukses para blogger, selalu tersimpan sikap disiplin yang luar biasa. Kualitas inilah yang membedakan Darren Rowse, Yaro Starak, John Cow, Lisa Stone dan sederet nama beken lain berbeda dengan kebanyakan blogger di luar sana. Disiplin dirilah yang membuat mereka tetap menulis nyaris setiap hari, meskipun tak ada seorangpun yang mengharuskan mereka melakukan hal itu.

Kesembilan, tetap bersabar dan persisten. Banyak blogger yang terlalu tergesa-gesa dan segera ingin meraih kesuksesan saat menekuni aktivitas blogging. Mereka terpukau dengan karir blogger lain yang mentereng. Sayangnya, ketika ekspektasi itu berbading terbalik, mereka terlalu cepat memutuskan untuk berhenti. Padahal, sejatinya setiap blog memiliki potensi dan ukuran keberhasilan yang berbeda-beda.

Saya sendiri sangat senang ketika berbagai tulisan di blog ini dibaca banyak orang. Bagi saya, berbagi pengalaman dengan rekan-rekan blogger sangatlah mengasikkan. Blog mengasah daya-daya kreativitas dan nalar saya untuk terus menyempurna. Melalui interaksi dengan pembaca, saya bisa terus belajar dan menyempurnakan tulisan, menyerap semua energi kritik demi menemukan karakter kuat dalam semua tulisan-tulisan itu. Meskipun tak selalu menuai penghasilan, saya tetap antusias menikmati setiap jengkal proses pembelajaran dalam aktivitas ini.

***

Saya hanya mencatat sembilan. Orang-orang yang berpengalaman dalam dunia blogging tentu punya lebih banyak penjelasan tentang bagaimana seharusnya bersikap sebagai seorang blogger. Kita bisa mencatat, lalu mengembangkan berbagai kiat yang diberikan demi menunjang aktivitas sebagai blogger. Ada hal-hal yang kita sadari, banyak pula hal yang tidak disadari. Namun dengan cara belajar terus-menerus, kita akan sampai pada satu kebenaran, lalu dengan segera mengaplikasikannya.

Dunia ini mempertemukan saya dengan banyak orang dalam berbagai interaksi. Saya merasakan banyak kenikmatan di dunia blog yang yang tak selalu bisa dijumpai di ranah lain. Ibarat taman bermain, dunia blog selalu saja nyaman menjadi tempat untuk tetirah dan melepas segala kepenatan. Tulisan ini pula sengaja dibuat sebagai pegangan pribadi, agar selalu survive dalam dunia yang serba menyenangkan ini.

Mataram, 26 Juli 2017

Thursday, June 8, 2017

Ketika Dikirimi Buku Oleh Fadli Dzon


Foto: sumber.com

Bahagia itu memang tak selalu ditafsirkan dengan keberlimpahan. Bahagia tak selalu dipicu oleh kehidupan yang serba ada. Orang bijak mengatakan, bahagia itu sangatlah sederhana. Yang membuatnya rumit adalah cara pandang dari manusia itu sendiri. Seperti banyak orang lain diluar sana, setiap kali mendapat kiriman buku-buku bagus, saya selalu semeringah. Saya tak sabar untuk segera menyelami lautan kata lalu berbenturan dengan rupa-rupa ilmu didalamnya.

Bagi saya, buku itu ibarat bahan makanan yang setiap saat bisa mengatasi rasa lapar akan pengetahuan. Buku memiliki gizi yang tak bisa ditemukan pada berbagai makanan. Menyimpan banyak buku ibarat menyimpan nutrisi yang penting bagi tubuh. Sebab didalamnya, tersimpan banyak kenangan serta jejak berpikir pada satu masa.

Saya pernah berandai-andai, jika saja surga yang banyak dibicarakan orang adalah gambaran dari tempat yang paling diinginkan, maka saya membayangkan surga sebagai taman bermain yang didalmnya dipenuhi buku-buku bagus dan bisa dibaca setiap saat.

Mungkin hanya sebuah kebetulan jika akhir-akhir ini saya banyak menerima kiriman buku gratis. Beberapa waktu lalu, saya mendapat kiriman buku dari salah seorang Wakil Ketua DPR RI, Fadzli Dzon. Ia mengirimkan bacaan berupa buku-buku sastra dan sejarah. Serupa menemukan oase di padang pasir yang terik, saya begitu senang. Dahaga untuk terus membaca akan segera teratasi.

Nampaknya, politisi Gerindra yang satu ini sangat paham jika seorang mahasiswa tak selalu leluasa mendapatkan buku-buku bagus sesuai keinginan. Terkadang dalam membeli buku, saya harus rela menunda hasrat untuk membeli ragam keperluan lain. Bahkan ketiia awal-awal kuliah, saya pernah membuat kartu khusus demi akses untuk meminjam buku di perpustakaan daerah.

Sekarang, setelah bergaul dengan banyak teman dari berbagai komunitas literasi, saya tak lagi kesulitan. Komunitas-komunitas ini serupa perpustakaan keliling. Mereka membuka lapak baca hingga memungkinkan semua orang untuk meminjam buku. Di waktu senggang, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke lapak mereka.

Hidup memang selalu punya sisi menarik untuk diceritakan. Cerita itu tak melulu tentang hiruk pikuk akademik yang membekap pikiran dan ambisi untuk segera diselesaikan. Cerita itu bisa saja tentang rasa suka cita saat mendapat kiriman berupa buku-buku bagus dari seorang petinggi republik ini.

Terlebih lagi, sejumlah bacaan yang dikirim merupakan koleksi perpustakaan pribadi miliknya yakni Fadli Dzon Library. Sebuah perpustakaan yang sengaja didirikan tidak hanya sebagai tempat memajang buku-buku karyanya, tetapi juga mengoleksi sejumlah naskah kuno, tombak dan keris dari berbagai kerajaan Nusantara.

Beberapa Buku Dari Fadli Dzon

Kini, buku-buku itu telah bertengger manis di rak pribadi saya. Sebagian diantaranya telah saya tuntaskan. Sebagian lagi masih saya baca. Yang paling menarik adalah ketika politisi yang kerap berdebat di layar kaca itu, membedah konsep ekonomi sang proklamator bangsa dalam buku berjudul Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta.

Saya tak menyangka bisa mendapat kiriman buku-buku bagus dari Fadli Dzon. Jangankan darinya, dari seorang Fahri Hamzah pun tidak. Padahal, di beberapa kesempatan, saya kerap bertemu dengan politisi asal Sumbawa yang satu ini. Bahkan bersama sahabat mahasiswa lain, saya pernah mengundang beliau dalam satu acara diskusi.

Ah, hidup memang penuh kejutan yang menyenangkan. Saya jadi teringat ketika bapak-bapak petugas pos mengantarkan kiriman itu ke tempat saya beberapa waktu lalu. Sambil meminta tanda tangan ia bertanya, “Mas Imron kerabat pak Fadli Dzon ya?” Saya hanya tersenyum sembari menjawab, “Iya pak. Saya dengan beliau satu garis keturunan. Kita sama-sama keturunan Nabi Adam.” Bapak itu terbahak-bahak mendengarnya.

Mataram, 08 Juni 2017

Thursday, June 1, 2017

Keep Enjoy in Every Learning Process


Ilustrasi

Let me say happy about Pancasila's day. Pancasila is ideology of our nation. Today, that all of Indonesian's people celebrating Pancasila's day.

Even though many people celebrate it, we can't guarantee they adopted the values of Pancasila itself. But it's not problem. And now, let's implement together by our self to make Indonesian better.

***

Lately, I have spent many time to studied English. According to me, so difficult to study English. Because there are so many rules that make me confused. Like grammar, pronountation, and the way we speak fluent.

But I try to study hard every time, because I wanna go to overseas as soon as possible. May Allah always bless my learning process. Amin.

Thank you for always teached me patiently. Adore you as always.

Best regard, overseas hunter!

Mataram, 1th June, 2017