Showing posts with label Media. Show all posts
Showing posts with label Media. Show all posts

Tuesday, November 7, 2017

Mengintip Hasil Kerjasama Blue Bird Taksi dan Kura-kura Family

Penandatanganan Kontrak Kerjasama

Jika sebelumnya, Blue Bird Taksi Lombok telah menggaet sejumlah hotel di Mataram dalam satu kontrak kerjasama, maka pekan ini, perusahaan transportasi itu kembali menggandeng Kura-Kura Family Entertainment demi menunjang pelayanan konsumen. Penasaran apa saja hasil kerjasamanya?

***

Mulanya, blue bird taksi Lombok menggaet sejumlah pelaku bisnis serta mengajak para pengusaha lokal untuk bersama-sama mengedepankan kenyaman konsumen. Kerjasama itu akhirnya menyasar berbagai tempat wisata, oleh-oleh, restoran, hotel, hingga tempat liburan keluarga.

Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menyediakan discount hingga puluhan persen bagi pengguna jasa transportasi blue bird taksi. Bagaimana bisa???

Dalam acara penandatanganan kontrak yang berlansung hikmat di kura-kura itu, bapak Amir Muslim selaku pimpinan blue bird taksi lombok menyebutkan bahwa proses kerjasama dengan para pelaku bisnis adalah yang kesekian kalinya digelar. Beliau memaparkan bagaimana proses itu berjalan, hingga tujuan kerjasama itu dilakukan.

Menanggapi hal itu, sambutan hangat juga disampaikan oleh bapak Alex selaku humas kura-kura. Ia berharap agar hubungan baik antar kedua perusahaan tetap terjaga serta proses kerjasama terus berlansung. Dalam sambutan singkatnya itu, ia juga mengenalkan beberapa fasilitas unggulan yang dimiliki kura-kura family sebagai wahana rekreasi kekinian.

Beberapa spot andalan kura-kura family (photo: wulan)

Lalu, apa yang bisa didapatkan konsumen dari hasil kerjasama ini?

Sesuai dengan namanya, Kura-Kura Family Entertainment adalah taman bermain, bersantantai, serta pilihan bagi mereka yang ingin melepas penat bersama keluarga. Jaraknya hanya sepelemparan batu dari Lombok Epicentrum Mall Mataram.

Berada tepat di jantung Kota, tempat ini dilengkapi dengan berbagai macam wahana rekreasi yang super keren seperti kolam renang, favilion restoran, fun house, pocket billiard, progym fitness, hingga rumah pohon dan spa.

Download aplikasi My Blue Bird

Uniknya, berkat kerjasama ini, para pengunjung yang datang menggunakan jasa transportasi blue bird taksi akan diberikan discount masing-masing 10 persen pada setiap spot yang telah disebutkan di atas.

Caranya gampang. Pertama, download atau install aplikasi blue bird di playstore melalui hp kamu. Kedua, lakukanlah pemesanan taksi menuju kura-kura family entertainment. Ketiga, tunjukan bukti history trip penumpang di aplikasi My Blue Bird pada salah satu pegawai kura-kura.

Oh iya, hal serupa juga berlaku pada setiap mitra kerja blue bird taksi lain di Kota Mataram.

Asyiiikkkk kannnn?

Mataram, 07 Noember 2017

Tuesday, October 31, 2017

Selapis Kesan Saat Pelatihan Duta Damai

Duta Damai BNPT Sasambo Regional Mataram

Pekan silam, saya mengikuti program Duta Damai Dunia Maya yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia. Tak saya sangka, pelatihan itu menjadi pelatihan yang sangat mengesankan. Saya bertemu banyak sahabat-sahabat yang menggeluti dunia teknologi informasi serta aktif berselancar di dunia maya.

Kami diikat oleh visi yang sama, yakni bagaimana menebar pesan damai melalui media sosial. Di ranah maya, kami diarahkan untuk lebih aktif dalam memproduksi konten serta informasi positif demi melawan segala bentuk propaganda radikal dan terorisme.

***

Mulanya, saya membayangkan pelatihan Duta Damai sama halnya dengan banyak pelatihan lain yang pernah saya ikuti. Dimana, para pemateri lebih aktif ketimbang peserta dan berlansung dalam waktu singkat. Dugaan saya salah. Di Lombok Astoria Hotel Mataram, sebanyak 60 peserta terpilih dilatih, dibentuk, lalu bergerak bersama-sama dalam satu barisan guna memerangi aksi terorisme dan radikalisme di dunia maya.

Mereka yang terpilih adalah para blogger, design komunikasi visual, hingga para praktisi IT. Mereka kemudian diajari cara membuat web, mengelola konten, hingga membuat satu tulisan yang berkualitas. Harapannya, kelak mereka inilah yang akan mengubah landscape dunia maya, menentukan persepsi dan opini publik di masa depan, lalu merancang perubahan melalui langkah-langkah sederhana.

Pelatihan itu dikemas selama tiga hari. Di hari pertama, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang nantinya akan mendapatkan pendalaman materi terkait bidang yang diikuti. Setelah itu, barulah mereka berkolaborasi demi memproduksi satu konten yang nantinya akan dipresentasikan di akhir kegiatan.

Seorang pemateri menuturkan, pelatihan duta damai dunia maya telah dilaksanakan di banyak kota di Indonesia termasuk Malang, Jogjakarta, hingga Banjarmasin. Akan tetapi baru tahun ini, kegiatan yang diinisiasi lansung oleh BNPT tersebut bisa terselenggara di Bumi Seribu Masjid.

Apapun itu, yang jelas saya sangat senang bisa tergabung dalam satu barisan muda kreatif serta berkesempatan mendapat bimbingan dari para pemateri yang berpengalaman. Dalam banyak kesempatan, saya selalu memposisikan diri sebagai seorang murid yang berhadapan dengan para guru berusia muda, yang telah lama bermain di ranah digital.

Harapan saya, kegiatan semacam ini haruslah terus diadakan. Mengingat dewasa ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengandung begitu banyak gembong terorisme. Jika dahulu, sebelum teknologi informasi menjangkau setiap rumah, doktrinisasi oleh kelompok-kelompok garis keras ini mungkin masih dilakukan secara lansung di tempat-tempat tertentu.

Belakangan, sejak media sosial menjadi standarisasi publik serta taman bermain bagi semua kalangan, mereka kemudian beralih. Mereka membentuk sindikat, membangun satu pola baru yang lebih rapi dan tertutup. Tentu saja yang menjadi sasaran utama adalah para generasi muda labil secara moral serta dangkal pemahaman kebangsaan maupun agama. Sehingga sangat mudah terpantik api propaganda.

Fenomena media sosial telah memungkinkan segala sesuatu terjadi begitu instant. Saya mengamini tulisan Thomas Friedman dalam The World Is Flat tentang realitas dunia baru yang kian datar. Konsekuensi logis dari perkembangan dunia semacam ini iyalah kian mengaburnya segala batasan antar manusia satu dengan yang lainnya. Dalam konteks gerakan terorisme kekinian, prosesi yang teramat sakral seperti pembaiatan, dapat dengan mudah dilakukan secara online. Hah???

Dunia teknologi informasi telah menjelma sebagai atmosfer demokratis yang mengubah semua tatanan. Hanya bermodalkan ujung jari, orang-orang dengan mudah melempar informasi ke ruang maya. Informasi itu lalu beresonansi dengan semesta, menyala-nyala dipikiran banyak orang, hingga menyebar serupa virus.

Tentu tak masalah jika informasi yang dibagikan memang bertujuan untuk mencerahkan publik. Tapi bagaimana jika ternyata yang telah tersebar secara viral itu justru berita bohong, hoax, serta memuat aksi propaganda terhadap kelompok tertentu?

Kesan saya, melibatkan kaum muda dalam satu gerakan kontra propaganda sangatlah tepat. Tinggal bagaimana menjaga agar semangat ini terus menyala. Setelah resmi tergabung dalam satu barisan duta damai, saya mempelajari banyak hal. Dari berbagai penjuru tanah air, saya menemukan suara-suara yang diekspresikan melalui jari-jemari dan kreatifitas kaum muda yang memutus jarak dan mendekatkan semua gagasan.

Mereka yang memproduksi konten perdamaian melalui tulisan, design grafik, serta melalui video itu berada dalam gelombang pemikiran yang sama. Mereka tergerak untuk bersuara atas sesuatu yang amat penting. Mereka sama-sama mengacungkan telunjuk demi mempertahankan keutuhan bangsa.

Ada nada khawatir, cemas, dan lirih yang coba dirangkum dalam ide. Di situ, saya juga menemukan optimisme yang kuat bahwa bangsa ini akan semakin perkasa sebab banyak orang baik yang tersebar di mana-mana. Indonesia akan selalu damai dan menjadi rumah yang nyaman untuk semua orang. Bahwa Indonesia akan menjadi negeri yang paling unggul saat semua warganya saling menguatkan, toleran, serta tak henti menyuarakan hal-hal baik tentang bangsa ini.

Jika seabad silam Karl Marx pernah berkata, "Kaum proletar sedunia, bersatulah!", maka di abad ini, kita bisa berkata, "Kaum muda sedunia bersatulah! Saatnya menyuarakan pesan perdamaian! Merdeka!

Mataram, 01 November 2017

Wednesday, September 27, 2017

Blue Bird Taksi Gandeng New Furama, Resto Unik di Bibir Pantai

New Furama Resto

Berkunjung ke Senggigi memang selalu menyenangkan. Selain lokasinya tak jauh dari pusat kota, di sini ada banyak perahu-perahu nelayan tradisional, hotel-hotel yang mentereng, serta aneka macam resto dengan kuliner yang menggugah selera. Jika berlayar menggunakan perahu-perahu itu, kita akan menggapai pulau-pulau yang serupa kepingan surga.

Sejak dulu, Senggigi telah lama menjadi magnet wisata yang memesona warga dunia. Popularitasnya barangkali sejajar dengan Pantai Kuta di Bali yang lebih dulu tersohor. Pantai ini menjadi destinasi yang diimpikan banyak orang. Buktinya, setiap kali berkunjung, tempat ini tak pernah sepi.

***

Kemarin, saya berkesempatan mengunjungi New Furama Resto, satu tempat kuliner dengan sajian khas seafood yang berlokasi di Sengigi. Resto ini begitu populer di kalangan wisatawan sebab selain menyajikan menu seafood yang lezat, setiap pengunjung juga bisa menikmati sensasi makan sembari menyaksikan sunset pantai Sengigi yang indah.

Mulanya, saya berfikir bahwa New Furama itu adalah sejenis restoran megah di tengah kota. Ternyata dugaan saya salah. Tempat ini dibangun persis di tepi pantai. Bentuknya terlihat sederhana namun elegan dengan hiasan lampu-lampu lampion yang menyala di malam hari.

Sunset New Furama

Sunset New Furama

Setiba di tempat itu, saya melihat banyak pasangan muda serta mereka yang datang bersama keluarga sedang bersantap. Di bagian lain, saya juga melihat sejumlah turis yang tengah asik memotret sunset. Kesan saya, resto ini memang didesain sedemikian romantis sehingga wajar jika digemari oleh segala segmen usia.

Dalam kunjungan kemarin, saya datang bersama sahabat Blue Bird Taksi Lombok. Mereka hendak melakukan launching kerjasama dengan pihak New Furama Resto. Made Sudiana selaku owner dari resto ini, sangat antusias menyambut kedatangan kami. Beliau bahkan mempersilahkan para rombongan untuk mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum beranjak.

Melalui kerjasama itu, para wisatawan yang hendak mengunjungi New Furama Resto bisa mendapatkan diskon dan kemudahan. Caranya cukup menggunakan taksi blue bird dengan melakukan pemesanan melalui aplikasi my Blue Bird, ketik tujuan kamu ke New Furama dan tunjukkan history perjalanan menuju kesana. Dengan cara ini, kita akan mendapat potongan harga sebesar 15 persen. Hal itu disampaikan pak Amir Muslim selaku pimpinan Blue Bird Taksi Lombok sebelum makan malam.

Manajemen Lombok Taksi dan Furama Resto

Penandatanganan kontrak kerjasama

Beberapa jenak setelah pesanan datang, saya lansung mencicipinya. Mantaaaapppp! Ternyata rasanya sungguh nikmat. Saya memberinya point sembilan dari skala sepuluh point. Saya menyantap udang bumbu, kerang, serta ikan bakar. Saat itu saya paham mengapa orang-orang gemar menjajal kuliner di tempat itu. Faktor rasa selau menjadi magnet utama yang membuat orang-orang berdatangan.

Selama duduk, saya menemukan beberapa hal yang menjadi kekuatan resto ini. Pertama, suasananya yang akrab serta dialog-dialog antara Made Sudiana dan pengunjung. Ia tak canggung-canggung menyapa banyak orang. Bahkan, ia dengan senang hati membagikan kartu nama demi menjaga arus komunikasi dengan pengunjung.

Kuliner ikan bakar

Kuliner udang

Kuliner kerang

Kedua, kuliner laut yang disajikan masih sangat segar. Di banyak negara, banyak restoran besar yang rela mendatangkan bahan makanan dari pelosok daerah demi menopang rasa dan kualitas menu andalan. Hal ini sangat wajar mengingat persaingan dunia usaha kuliner sangat kompetitif.

Ketiga, letak New Furama yang berada di tepi laut. Saat makan di resto ini, angin sepoi-sepoi terasa di wajah yang kemudian membawa suasana sejuk. Makanya, saat menyantap menu ini, saya merasakan suasana hati yang adem, tentram, serta sesaat membuat saya lupa dengan semua masalah.

Nah, pernahkah anda memakan sesuatu yang sangat enak sampai-sampai melupakan semua masalah? Hmm.... Saya pernah. Saya melupakan semua utang saat makan seafood di New Furama Resto.

Mataram, 27 Sepetember 2017

Friday, September 15, 2017

Blue Bird Taksi Lombok, Sasaku, dan Bagaimana Cara Memanjakan Konsumen


Kerjasama Blue Bird Taksi Dengan Sasaku

Sebuah pengalaman berharga bisa menjadi bagian dari proses kerjasama Blue Bird Taksi Lombok dengan Sasaku, outlet oleh-oleh generasi baru yang mulai beroperasi dalam beberapa tahun terakhir.

Sasaku adalah toko oleh-oleh khas Lombok. Mereka menjual beraneka ragam barang dan sovenir seperti kain pantai, batik, tas, dompet etnik, kerajinan tangan, ukiran, cukli, topeng, sandal berlukis, makanan ringan dan lain-lain yang semuanya berlabel buatan Lombok.

Bukan sekali saya menghadiri kegiatan yang diinisiasi oleh Blue Bird Taksi. Beberapa waktu lalu, saya juga ikut serta dalam acara launching aplikasi mereka di salah satu hotel di Mataram. Kini, perusahaan transportasi itu tengah berusaha menggaet beberapa unit usaha lain demi memenuhi kebutuhan konsumen dan selera pasar.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri semenjak 1972, mereka tentu sangat memahami persaingan usaha. Dengan menyeruaknya berbagai transportasi online di Lombok, Blue Bird Taksi dituntut untuk lebih kreatif agar tetap bertahan. Mereka harus bergerak cepat, melakukan berbagai inovasi, lalu bersiap menyambut iklim persaingan baru yang lebih kompetitif.

***

Bapak itu mulai mengambil alih pembicaraan. Dengan nada optimis, ia kemudian memaparkan capaian satu perusahaan transportasi di Lombok. “Driver kami bisa mengangkut penumpang rata-rata sebanyak 15 orang dalam sehari. Jumlah itu bisa dikalikan dengan 300 unit taksi yang beroperasi. Nah maka dari itu, semoga kerjasama ini bisa mendatangkan manfaat bagi kita semua, khususnya bagi para konsumen.” Demikian katanya.

Beliau adalah Amir Muslimin, pimpinan Blue Bird Taksi Lombok. Ia mengundang para pegiat media dan blogger demi mendokumentasikan proses kerjasama mereka dengan Sasaku untuk disebarluaskan. Ia berharap agar informasi kerjasama itu segera menjadi viral, lalu mengundang banyak konsumen.

Blue Bird Taksi Lombok

Selain Sasaku, sebelumnya, Blue Bird Taksi juga menjalin kerjasama dengan beberapa unit usaha lain yang berlokasi di Epicentrum Mall Mataram seperti Burgeng King, My Kopi-O, Omah Cobek Resto dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menyediakan diskon bagi setiap pelanggan yang menggunakan jasa transportasi Blue Bird Taksi dengan cara memesannya melalui aplikasi yang telah tersedia di Play Store.

Begitu pula dengan para wisatawan atau siapapun yang hendak membeli oleh-oleh khas Lombok di Sasaku. Mereka juga bisa mendapatkan diskon sebesar 10 persen dengan cara yang sama. Mereka bisa menggunakan jasa transportasi Blue Bird Taksi lalu menunjukkan history trip pada manajemen Sasaku dan segera menikmati kemudahan dalam berbelanja.

Menandatangani Nota Kesepahaman

Saya menyukai pola kerjasama yang digagas oleh Blue Bird Taksi. Mereka hendak berafiliasi dengan sistem pemasaran modern dimana pelayanan, kenyamanan, serta kreativitas merebut hati konsumen adalah jalan utama yang harus dilalui agar tidak tergerus. Mereka juga mengedepankan komitmen dalam membangun pola kemitraan yang saling menguatkan.

Sebagai bukti, Blue Bird Taksi selalu membagikan brosur dan melakukan promosi kepada setiap penumpang atas nama mitra mereka. Untuk Sasaku sendiri, mereka bahkan mengklaim telah jauh-jauh hari melakukan promosi sebelum penandatanganan kontrak kerjasama dilakukan.

Di setiap kesempatan, saya selalu antusias saat diminta berpartisipasi dalam kegiatan Blue Bird. Saya belajar banyak hal. Di antaranya, konsumen hari ini adalah tipe konsumen yang selalu mencari informasi tetang satu produk sebelum membelinya. Mereka lebih mudah percaya pada saran dan rekomendasi dari orang lain, ketimbang bahasa para pengiklan.

Amir Muslimin, Pimpinan Blue Bird Taksi Lombok

Konsumen hari ini akan mencari informasi melalui berbagai media, sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Makanya, setiap perusahaan akan berusaha membuat semua konsumennya merasa nyaman, senang, serta puas dengan pelayanan, sebab suatu waktu konsumen itu bisa menjadi pemasar yang baik bagi produk mereka. Ketika sang konsumen tak puas, maka mereka bisa saja menyebarkan ketidakpuasan itu di ranah maya.

Saya teringat buku Wow Selling, karangan Hermawan Kertajaya yang mengungkap rahasia dibalik ilmu marketing. Saya membaca resensinya di blog sahabat beberapa waktu lalu. Di dalamnya terdapat cerita tentang Joe Girard, seles mobil paling tangguh di Amerika Serikat. Bayangkan saja, lelaki itu bisa menjual hingga 180 mobil dalam sebulan.

Saat ditanya rahasianya, Girard hanya menjawab bahwa dirinya selalu berusaha mengenali siapapun konsmennya, menghapal nama mereka, lalu secara rutin merawat pertemanan. Dengan cara itu, hingga saat ini belum ada satupun yang dapat melampaui pencapaiannya sebagai seles.

Yang saya rasakan, prinsip-prinsip seperti inilah yang tengah dikembangkan oleh Blue Bird Taksi. Mereka hendak menyapa konsumen dengan cara berbeda. Di luar soal itu, boleh jadi mereka tengah mengikuti apa yang dirumuskan dalam Wow Selling yakni:

Satukan kata dengan perbuatan
Tambahkan kejutan bagi pelanggan
Ajari pelanggan untuk tumbuh
Rawat pertemanan

Setelah Burger King, Omah Cobek Resto, My Kopi-O, Timezone, Qua-li, Rumah Makan Ikan Goreng Cianjur, Excelso, dan Sasaku, lalu pihak mana lagi yang akan menjalin kerjasama dengan Blue Bird Taksi Lombok?

Bersambung...


Mataram, 15 September 2017

Monday, March 27, 2017

Template Baru, Semangat Baru


Ilustrasi

Dalam dunia blogging, template bukanlah sebuah kebutuhan yang bisa disepelekan. Banyak blogger yang berusaha mendesain situs pribadi mereka agar terlihat menarik. Hal ini bertujuan agar para pengunjung tidak hanya sekedar mampir, namun juga betah membaca berbagai postingan yang dibagikan. Bahkan, tak jarang para blogger rela merogoh kocek demi mendapatkan desain template yang sesuai selera.

Tentu saja para blogger sangat mudah meresign tampilan template. Mengingat banyaknya jasa penyedia layanan pembuatan template, meresign tempilan blogspot menjadi aktivitas yang sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Meskipun mereka tak paham urusan coding-codingan. Selain itu, para blogger juga bisa mendownload nya secara cuma-cuma di berbagai portal penyedia template gratis. Mudah bukan?

Baru-baru ini, saya juga melakukan resign template. Setelah sekian lama ditemani template dengan perpaduan warna gelap, kali ini saya mengubah tampilannya menjadi lebih terang. Sebenarnya yang saya lakukan tidaklah berpengaruh pada tulisan-tulisan saya di blog ini.

Apa yang saya tuliskan tetaplah sama yaitu seputar perjalanan wisata, pengalaman pribadi, aktivitas sosial, hingga resensi buku. Dengan mengganti tampilannya menjadi lebih terang, saya hanya berusaha membuat blog ini terlihat lebih ramah serta bersahabat dengan penglihatan saya dan teman-teman blogger lain yang biasa berkunjung.

Semoga tampilan baru ini lebih menyemangati saya dalam menulis. Semoga saja warna cerah pilihan saya ini juga berimbas pada imajinasi saya dalam menjahit kata demi kata, menyulam setiap paragraf hingga menjadi bacaan yang layak di konsumsi oleh semua orang.

Mataram, 27 Maret 2017